Capaian Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM Tahun 2020

Politeknik Imigrasi

Capaian Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM Tahun 2020

January 4, 2021 poltekim 0

Depok, 4 Januari 2021 – Humas Politeknik Imigrasi.

Selama tahun 2020 ada beberapa capaian Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM, yang mendapatkan apresiasi baik dari Kemenkumham RI maupun dari KemenpanRB Jakarta. Kementerian PANRB memberikan apresiasi dan penghargaan kepada unit kerja yang berhasil meraih predikat Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) termasuk unit Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM mendapatkan Piagam Penghargaan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), setelah melalui serangkaian proses evaluasi yang diumumkan oleh Plt.Deputi Reformasi Birokrasi KemenpanRB Jufri Rahman pada Apresiasi dan Penganugrahan pada tanggal 20 Desember 2020.

Pada tahun 2020 ini, Politeknik Imigrasi telah berhasil meluluskan 124 peserta didik Diploma IV regular yang terdiri dari program studi Hukum Keimigrasian, Administrasi Keimigrasian dan Manajemen Teknologi Keimigrasian, serta 110 peserta didik D4 Lanjutan yang terdiri dari Angkatan 17 dan 18. Alumni peserta didik Poltekim ini mendapatkan gelar akademik S.Tr.Im atau setingkat Strata-1 yang telah dikukuhkan melalui sidang senat terbuka, Wisuda Politeknik Imigrasi pada tanggal 18 Desember 2020 yang dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H.Laoly, para pejabat pimpinan tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Direktur Poltekim, Anggiat Napitupulu mengatakan, Tahun 2020 Politeknik Imigrasi juga telah mendapatkan Akreditasi Program Studi Manajemen Teknologi Keimigrasian dari BAN-PT, dan juga menyelesaikan Rancangan Permenkumham tentang Perubahan Statuta Politeknik Imigrasi dan telah diterbitkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 28 Tahun 2020 tentang Statuta Politeknik Imigrasi, perubahan dari Permenkumham Nomor 14 Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Imigrasi yang pada hakekatnya akan memberi fleksibilitas penyelenggaraaan pendidikan vokasi oleh Politeknik Imigrasi, dan penegasan kembali pengelolaan SDM yang tidak terpisah dari induk organisasi, serta telah mensubmit pengajuan akreditasi untuk Program Studi Hukum Keimigrasian dan Administrasi Keimigrasian.

Di tengah pandemi covid-19, performa pelaksanaan program dan kegiatan Poltekim tetap berjalan baik yang jika dianalogikan dengan penyerapan anggaran yang stabil yaitu mencapai 97,48% dengan Indikator Kinerja Penyerapan Anggaran (IKPA) 91.40 untuk tahun anggaran 2020.

Meskipun ditengah wabah nasional yaitu pandemi covid-19, Politeknik Imigrasi tetap melaksanakan pendidikan secara daring (on line) atau dikenal juga dengan istilah PJJ (pembelajaran jarak jauh) demi tetap terselenggaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Serta pola pengasuhan peserta didik yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah dan UPT dimana peserta didik berdomisili guna menghindari penyebaran pandemic covid-19. Beberapa peserta didik dapat menorehkan prestasi di bidang akademis melalui sejumlah perlombaan ilmiah yang diselenggarakan perguruan tinggi mau pun lembaga penelitian lainnya. Capaian tersebut dapat di lihat melalui laman (website) www.poltekim.ac.id.

Politeknik Imigrasi berkomitmen untuk melakukan peningkatan kapasitas bagi dosen, pembina, peserta didik maupun pegawai dengan menjalin kerjasama di tingkat Kementerian/Lembaga atau institusi lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi seperti pelatihan PEKERTI untuk dosen. Universitas Pelita Harapan (UPH) merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi mitra Poltekim dalam hal peningkatan ketrampilan bagi peserta didik. Sementara Lemdikpol menjadi mitra untuk peningkatan ketrampilan dan kapasitas bagi pembina Poltekim.

Dalam mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di era revolusi 4.0, Poltekim juga mengembangkan beberapa Inovasi penggunaan teknologi informasi yang menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai, dosen dan peserta didik, diantaranya aplikasi SIPENNA yaitu sistem pengaduan taruna yang berfungsi sebagai media peserta didik /taruna menyampaikan segala keluhan yang berhubungan dengan pelayanan akademik maupun pelayanan umum Poltekim. Ada juga aplikasi SIAKAD yang dipergunakan oleh taruna dan dosen untuk mengetahui persentase interaksi peserta didik maupun dosen dalam kegiatan belajar mengajar. Aplikasi lainnya adalah e-Learning untuk kegiatan pembelajaran peserta didik secara mandiri namun tetap dalam pemantauan dan pengawasan dosen, serta web-seminar yang merupakan media digital untuk transformasi pengetahuan dengan mengundang narasumber dari dalam maupun luar negeri. (tm*)